HAKI vs Kapitalisme

Menurut penelitian yang dilakukan BSA (Business Software Alliance) baru-baru ini, negara Indonesia menempati peringkat 11 untuk urusan pembajakan software terbesar di dunia, dengan prosentase 87%. Dalam laporan bertajuk Studi Pembajakan Software Global 2011, BSA menyatakan, sekitar 59 persen pengguna komputer di Indonesia mengaku memperoleh software (piranti lunak) bajakan. Tingkat pembajakan software di Indonesia pada tahun lalu mencapai 86 persen, artinya lebih dari 8 dari 10 program yang di-install oleh pengguna komputer adalah software tanpa lisensi dengan nilai komersial US$ 1,467 miliar (sekitar Rp12,8 triliun). Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI sering kali menjadi isu yang kontroversial bagi orang2 IT maupun non-IT.

Berkaca dari hal di atas, muncul beberapa pertanyaan yang sering menggelitik hati kecil kita sebagai orang Kristen. Apakah membajak software itu salah ?  Apakah membajak sama dengan mencuri barang orang lain tanpa izin ?

Apakah perlindungan HAKI ditujukan demi kepentingan kapitalisme semata? Bagaimana kita melihat HAKI dari kaca mata Firman Tuhan? 

Puji Tuhan, Sabtu, 28 Juli 2012 lalu, monthly fellowship IT Ministry dapat berjalan dengan baik. Tema fellowship saat itu adalah HAKI vs Kapitalisme. Tema tersebut sangat menarik dan mendapat tanggapan positif dari rekan-rekan IT Ministry.  

Berikut adalah slide presentasi dari Bpk. Yuluarjo : HAKI dan Iman Kristen, dan Bpk. Adolf Panggabean : Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia. Rekan-rekan yang belum sempat mengikuti fellowship bulan Juli 2012, dapat mengakses slide di bawah ini. Rekaman suara monthly fellowship ini dapat diakses di sini

HAKI dan Iman Kristen

 

 
Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia

 

 

Category: