Sharing Pengalaman Ngoprek PC 5 Roti 2 Ikan

Hi teman2 semua, kali ini aku ingin membagikan pengalaman melayani di IT Ministry yang baru saja kami alami hari ini. Jadi ceritanya, salah satu program utama ITM pada tahun ini adalah memberikan pelatihan dasar komputer & mengetik untuk para staf lembaga 5 Roti 2 Ikan. Pelatihan ini sangat strategis karena masih banyak staf yang tidak bisa memakai komputer sama sekali, padahal dalam keseharian pelayanan mereka melayani masyarakat yang kurang mampu, IT akan sangat membantu mereka, contoh untuk administrasi, mempersiapkah bahan mengajar para murid2 TK - SD, sarana belajar, dll.

Ternyata mempersiapkah training ini tidak semudah yang kami bayangkan, salah satu tantangan utama yang kami hadapi adalah perangkat komputer (PC) yang dimiliki 5R2I maupun yang pernah dipersembahkan ITM akhir tahun lalu tidak bisa digunakan sama sekali. Totalnya ada +/- 8 PC, Padahal waktu pertama kali diberikan, semua PC masih bisa berfungsi dengan baik. Ya, kemungkinan besar karena 5R2I tsb juga beberapa kali berpindah tempat di tahun ini. Para staf tersebut sudah mencoba menyalakan PC tersebut, tapi tetap saja tidak ada yang menyala satupun.

Akhirnya hari Sabtu setelah fellowship ITM ini, beberapa aktivis - Philip Iip, Robert, Rapenda, kak Christin dan aku sendiri, mulai mengecek PC tersebut. Totalnya memang 5 orang, tapi sebenarnya yang benar2 mengecek cuma 3 orang, karena aku sendiri dan kak Christin yang orang hukum, tidak mengerti soal onderdil PC :) Kami mulai dengan mengangkat PC2 tersebut dari kantor 5R2I ke ruang fellowship, karena katanya kantor mereka akan dikunci sekitar jam 1. Untungnya, karena kami ga yakin monitornya bisa berfungsi dengan baik, sehari sebelumnya Ci Narni memutuskan untuk bawa monitor, keyboard dan mouse ITM. Total ada 4 PC yang kami angkat.

Waktu mulai mengeluarkan CPU dari kardus, lho....kok tidak ada kabelnya ? Kami coba cek di 3 kardus lainnya, ternyata sama saja. Puji Tuhan sekali ternyata di koper penyimpan monitor ITM, masih ada 2 power cable :). Waktu dicolok dan dinyalakan, taraaaa.....memang benar CPU itu cuma menyala lampu motherboardnya tapi gak muncul apa - apa di monitor. :P

Setelah itu baru sadar, ga ada satupun dari kami yang bawa obeng, padahal kan butuh buka casing CPU dan butuh obeng kembang :P. Ntah bagaimana ceritanya, para kaum pria dapat ide untuk buka baut pake kunci kamar Iip. Penampakannya seperti ini:

 

 

Tadinya pelatihan ini direncanakan untuk dimulai di awal tahun, tapi ternyata 

 

Hari ini, tepatnya setelah fellowship bulanan IT Ministry, beberapa aktivis ITM - Philip Iip, Robert, Rapenda, kak Christin dan aku sendiri